Meski demikian, stasiun televisi pemerintah Iran IRIB pada 8 April melaporkan, militernya melancarkan serangan rudal dan drone terhadap UEA dan Kuwait. Serangan itu berlangsung beberapa jam setelah fasilitas minyak Iran di Pulau Lavan diserang.
"(Lavan) Menjadi target serangan pengecut," demikian laporan IRIB saat itu.
Pada hari yang sama, beberapa jam setelah gencatan senjata AS-Iran berlaku, UEA mengumumkan negaranya menjadi sasaran 17 rudal Iran dan 35 drone Iran. Serangan itu merupakan pembalasan atas gempuran terhadap fasilitas minyak Lavan.
Militer Kuwait juga megumumkan serangkaian serangan Iran terhadap pembangkit listrik, fasilitas desalinasi dan minyaknya.
Data Administrasi Informasi Energi AS mengungkap kilang minyak Iran di Pulau Lavan merupakan yang terbesar ke-10 milik negara itu, menghasilkan 60.000 barel minyak mentah per hari.