Membaca Motif Bantuan China di Balik Jatuhnya Heli dan Jet Tempur AS di Laut China Selatan

Anton Suhartono
Tawaran bantuan China terkait jatuhnya armada militer AS di Laut China Selatan memunculkan pertanyaan, apakah murni kemanusiaan atau ada motif lain (Foto:US Navy)

Konteks Rivalitas: Laut China Selatan Jadi ‘Medan Uji’

Laut China Selatan kini menjadi salah satu kawasan paling termiliterisasi di dunia.

Menurut laporan South China Sea Strategic Situation Probing Initiative (SCSPI), pada 2023 tercatat lebih dari 7.800 sorti pesawat militer asing, sebagian besar milik AS, terbang di kawasan tersebut. Jumlah itu meningkat hampir 20 persen dibanding 2022.

Selain itu, kapal induk USS Nimitz dan USS Theodore Roosevelt beberapa kali melakukan latihan bersama sekutu di wilayah yang diklaim Beijing. 

Latihan semacam ini kerap dipandang China sebagai provokasi, sementara Washington menyebutnya “Freedom of Navigation Operations” (FONOPs) untuk menjamin jalur perdagangan global yang bebas.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Israel Tolak Gencatan Senjata dengan Hizbullah Jelang Perundingan dengan Pemerintah Lebanon

Nasional
8 jam lalu

Warganet Bisa Terhubung Langsung dengan Dubes RI di China saat Situasi Kritis Berkat Unggahan Threads

Internasional
10 jam lalu

Diam-Diam, Iran Siapkan Perang Panjang Lawan AS-Israel jika Perundingan Damai Buntu

Internasional
12 jam lalu

Misi Kelilingi Bulan Usai, 4 Astronaut Artemis 2 Kembali ke Bumi dengan Selamat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal