“Kami menghormati upaya memerangi kejahatan lintas batas, tetapi tidak dengan mengorbankan kedaulatan negara lain,” ujar Sheinbaum.
Dengan pemanggilan Dubes AS ini, Meksiko menegaskan posisinya sebagai suara moral di Amerika Latin, menyerukan agar Washington menghormati hukum internasional dan prinsip nonintervensi, dua nilai yang kini kembali diuji di tengah ketegangan geopolitik di kawasan.
Pakar hubungan internasional dari Universitas Nasional Otonomi Meksiko (UNAM) mengatakan, langkah Sheinbaum ini menunjukkan pergeseran kebijakan luar negeri Meksiko ke arah lebih independen dan berdaulat.
“Sheinbaum ingin menegaskan bahwa Meksiko bukan sekadar mitra yang mengikuti kebijakan keamanan AS. Dia menuntut penghormatan terhadap Piagam PBB dan hukum laut internasional (UNCLOS),” ujar sang pakar.
Dugaan Motif Politik di Balik Serangan AS
Selain alasan pemberantasan narkoba, beberapa pejabat Amerika Latin menuding pengerahan besar-besaran pasukan AS di Karibia dan Pasifik sebenarnya memiliki motif politik tersembunyi.
Operasi militer itu, menurut mereka, berpotensi menjadi langkah awal untuk menggulingkan pemerintahan di Venezuela atau mengendalikan jalur perdagangan energi di kawasan.
“Washington menggunakan dalih perang melawan narkoba untuk memperluas pengaruh militernya,” ujar salah satu diplomat senior Amerika Tengah yang enggan disebut namanya.