Mayoritas Wanita di Tokyo Ingin Pria dan Wanita Dipisah di Kereta

Anton Suhartono
Gerbong kereta khusus perempuan di Tokyo (Foto: AFP)

"Anda bisa melindungi diri sendiri di gerbong khusus perempuan dan kecil kemungkinan Anda dilecehkan," kata Chihiro Asahi, mahasiswi berusia 22 tahun, dikutip dari Reuters.

Sementara itu responden di Kairo dan Mexico City juga menganggap isu keamanan menjadi yang utama di alat transportasi. Namun jumlah yang menginginkan adanya pemisahan tak sebanyak di Tokyo, yakni masing-masing 60 dan 55 persen.

Di New York dan London, tak lebih dari 30 persen responden yang menginginkan pemisahan antara pria dan wanita. Di dua kota itu, isu utama bagi commuter perempuan bukan keamanan, tapi tingginya ongkos perjalanan.

Namun pemisahan alat transportasi berdasarkan gender secara berlebihan diprotes, termasuk di Jepang. Pasalnya cara itu lebih mengesankan menjauhkan ketimbang mencari solusi akar masalahnya.

"Paling-paling, fasilitas khusus perempuan hanya menyelesaikan masalah untuk sementara saja. Pemisahan ini tidak menghentikan kekerasan seksual," kata analis anti-pelecehan seksual di Washington, Marty Langelan.

"Respons terhadap kekerasan adalah menghentikan para pelaku, bukan memisahkan para korban," ujarnya, lagi.

Otoritas Tokyo berupaya keras menghentikan pelecehan seksual di kereta. Berdasarkan data kepolisian, sekitar dua per tiga dari total 1.750 pelaku pelecehan atau penganiayaan pada 2017 beroperasi di kereta atau stasiun. Saat ini operator kereta di Jepang sudah memisahkan penumpang pria dan wanita, tapi hanya di beberapa gerbong saja.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

IJKS 2026 Digelar di Bogor, Angkat Industri Koi Lokal hingga Pererat Persahabatan RI-Jepang

Nasional
3 hari lalu

Pabrik Patungan Krakatau Steel dan Osaka Steel Jepang Tutup Operasi di RI, Ini Penyebabnya

Internasional
5 hari lalu

Badai Salju Dahsyat Terjang Jepang Tewaskan 30 Orang, Wanita Lansia Tertimbun 3 Meter

Internasional
6 hari lalu

PM Jepang Takaichi Luka akibat Ulah Pendukung, Batal Ikut Debat di Televisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal