Dia menambahkan, demonstrasi tandingan itu juga menjadi peringatan tegas bagi Amerika Serikat dan kekuatan luar lain yang dituding berada di balik kerusuhan.
Khamenei menegaskan, unjuk rasa anti-pemerintah bukanlah cerminan suara mayoritas rakyat Iran, melainkan bagian dari skenario yang dirancang untuk melemahkan stabilitas nasional.
“Musuh telah gagal,” kata pemimpin berusia 86 tahun yang telah berkuasa sejak 1989 tersebut.
Di sisi lain, situasi di lapangan tetap memprihatinkan. Lembaga Hak Asasi Manusia Iran (IHR) yang berbasis di Norwegia melaporkan, jumlah korban tewas akibat demonstrasi mencapai 648 orang hingga Senin. Dari angka tersebut, sembilan korban di antaranya adalah anak di bawah umur, sementara ribuan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
IHR juga menyebut lebih dari 10.000 orang ditangkap di berbagai wilayah Iran. Organisasi tersebut memperingatkan bahwa angka korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi, bahkan bisa melampaui 6.000 orang, mengingat sulitnya proses verifikasi.