Masih Bungkam, Kian Banyak Penghargaan Aung San Suu Kyi yang Dicabut

Nathania Riris Michico
Aung San Suu Kyi dianggap tak berbuat banyak guna mencegah gelombang kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar. (Foto: Reuters)

Ratusan ribu warga Muslim Rohingya menyelamatkan diri ke negara tetangga, Bangladesh, untuk menghindari gelombang kekerasan.

Jumlah pengungsi Rohingya di Bangladesh mencapai sekitar 700.000 orang.

Pejabat PBB menggambarkan apa yang dilakukan militer Myanmar sebagai pembersihan etnis, tuduhan yang ditolak oleh pemerintah dan militer Myanmar.

Tim penyelidik PBB menyatakan adanya pembantaian, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan, serta merekomendasikan agar jenderal-jenderal Myanmar diadili.

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga menyatakan akan mengadili jenderal-jenderal Myanmar, meski Myanmar bukan negara anggota ICC. Sebab, krisis tersebut telah berdampak ke Bangladesh, yang merupakan negara anggota ICC.

Di saat kebrutalan dan kekejaman terhadap warga minoritas Muslim Rohingya terjadi, Aung San Suu Kyi tidak mengutuk atau mengevam keras tindakan militer Myanmar, sikap yang sangat disayangkan masyarakat internasional.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
29 hari lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Tahap Kedua di Tengah Perang Saudara

Internasional
1 bulan lalu

Partai Pro-Militer Unggul dalam Pemilu Myanmar Tahap Pertama, Partisipasi Pemilih Rendah

Internasional
5 bulan lalu

Mantan Pemimpin Myamnar Aung San Suu Kyi Sakit Keras di Penjara

Internasional
6 bulan lalu

Pemilu Myanmar: Kelompok Anti-Pemerintah Junta Dilarang Ikut, 55 Partai Daftar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal