Pada 1763, Raja George III mengeluarkan Proklamasi Kerajaan yang melarang penduduk pribumi untuk menetap atau berdagang di Kanada wilayah barat tanpa izin Inggris.
Pada 1800-an, lebih banyak warga dipaksa menyerahkan tanah untuk memberi jalan bagi kedatangan gelombang baru pemukim Eropa. Perampasan pun meluas dan berlanjut pada abad itu.
Pada akhir 1800-an, otoritas Kanada menerapkan kebijakan pendidikan paksa bagi anak-anak pribumi. Lebih dari 150.000 anak terpaksa berpisah dari keluarga mereka dan ditempatkan di asrama. Diperkirakan 6.000 anak meninggal akibat kekerasan saat berada di sekolah.