Mantan Presiden Rusia: Kita Sedang Perang Melawan 3,6 Juta Tentara NATO!

Anton Suhartono
Dmitry Medvedev (Foto: Reuters)

"Kita harus mencapai semua tujuan yang telah ditetapkan untuk melindungi wilayah kita. Usir semua orang asing yang ada di sana, dalam arti luas, buat zona bersih yang tidak membolehkan penggunaan segala jenis senjata jarak menengah dan pendek, yaitu 70 sampai 100 km, untuk mendemiliterisasi, jika kita bicara tentang komponen militer," kata Medvedev.

Sekutu dekat Presiden Vladimir Putin itu menambahkan, setiap upaya untuk merebut Krimea sudah cukup alasan bagi negaranya untuk meresponsnya dengan nuklir.

Doktrin nuklir Rusia memungkinkan diterapkan karena sudah tergolong ancaman langsung terhadap keberadaan negara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
23 jam lalu

Xi Jinping dan Putin Bertemu Hari Ini, Bahas Apa?

Internasional
1 hari lalu

Rusia Yakin Perang AS-Iran Belum Berakhir: Ada Konflik Baru

Internasional
2 hari lalu

Rusia Gempur Ukraina Tanpa Ampun, Presiden Zelensky: Rumah Saya Diincar!

Internasional
3 hari lalu

Setelah Trump, Giliran Putin ke China Bertemu Xi Jinping

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal