Muhyiddin terancam hukuman 15 tahun penjara jika terbukti bersalah atas tuduhan pencucian uang, dan hingga 20 tahun untuk tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Dia juga akan dikenakan sanksi keuangan (bisa berupa denda dan ganti rugi terhadap negara) yang berat.
Muhyiddin diberikan jaminan oleh hakim dan diminta menyerahkan paspornya.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan, dia tidak ikut campur dalam penyelidikan korupsi yang melibatkan Muhyiddin. Dia pun menyerahkan semua penanganan kasus itu kepada lembaga penegak hukum.
Tak lama seusai memenangkan pemilu pada November lalu, Anwar mengatakan dia akan meluncurkan peninjauan proyek pemerintah senilai miliaran dolar AS yang disetujui oleh Muhyiddin. Proyek itu antara lain berupa program bantuan Covid-19 yang dinilai tidak mengikuti prosedur yang tepat.