Mantan Kepala Intelijen Saudi Pangeran Al Faisal Kecam Keikutsertaan Israel di KTT Keamanan Bahrain

Anton Suhartono
Pangeran Turki Al Faisal (Foto: AP)

Pangeran Turki Al Faisal dipandang sebagai tokoh senior yang bisa dianggap mendekati Raja Salman meskipun saat ini tidak memegang jabatan pemerintahan apa pun.

Pernyataan keras Pangeran Faisal ini disampaikan setelah dua negara tetangga, Uni Emirat Arab dan Bahrain menormalisasi hubungan dengan Israel.

Arab Saudi bersikeras, normalisasi hubungan dengan Israel hanya bisa dilakukan bersamaan dengan kesepakatan perdamaian abadi konflik Israel-Palestina melalui solusi dua negara. 

Saudi berkali-kali menegaskan dukungan yang tak tergoyahkan terhadap Inisiatif Perdamaian Arab yang diteken negara-negara Arab pada 2002. Isinya, negara-negara Arab siap menormalisasi hubungan dengan negara Yahudi itu hanya jika kemerdekaan bangsa Palestina terwujud di wilayah yang direbut Israel pada 1967.

Sementara itu Ashkenazi menyampaikan penyesalan atas pernyataan Al Faisal. Dia menyebut pernyataan seperti itu tidak memiliki semangat untuk mengubah situasi di Timur Tengah.

“Saya tidak percaya mereka mencerminkan semangat dan perubahan yang terjadi di Timur Tengah,” katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?

57 tahun lalu

Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai

57 tahun lalu

Gawat! Iran Ancam Serang Israel Lagi

57 tahun lalu

Blak-blakan, Trump Sebut Netanyahu Keberatan AS Berdamai dengan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal