TEL AVIV, iNews.id - Salah satu anggota penting kabinet perang Israel, Benny Gantz, mengundurkan diri dari pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, akhir pekan kemarin. Hal tersebut makin menambah tekanan dalam negeri terhadap politikus Yahudi dari Partai Likud itu, ketika perang terus berkecamuk di Gaza.
Gantz adalah mantan jenderal dan juga bekas menteri pertahanan Israel. Dia mengumumkan pengunduran dirinya dari kabinet darurat tersebut setelah gagal memperoleh rencana pascaperang untuk Gaza yang disetujui oleh Netanyahu, yang dia tuntut pada Mei lalu.
AFP melansir, kepergian Gantz diperkirakan tidak akan menjatuhkan pemerintahan Netanyahu, sebuah koalisi yang mencakup partai-partai bercorak keagamaan dan ultranasionalis. Kendati demikian, keputusan Gantz tersebut menandai pukulan politik pertama bagi Netanyahu setelah delapan bulan perang Gaza melawan militan Hamas Palestina.
“Netanyahu menghalangi kita (Israel) untuk mencapai kemenangan nyata. Itu sebabnya kami meninggalkan pemerintahan darurat hari ini dengan berat hati,” kata Gantz, Minggu (9/6/2024).
Netanyahu pun memberikan tanggapannya kepada Gantz hanya dalam beberapa menit. Dia menilai keputusan mantan jenderal zionis itu tidak tepat untuk saat ini.