MITT, lembaga di bawah perusahaan luar angkasa negara Roscosmos, sebelumnya juga mengembangkan rudal balistik Topol, Topol-M, Yars, dan Bulava.
Rudal Kedr diperkirakan akan menggantikan Yars, diharapkan menjadi tonggak baru oleh Kremlin dalam modernisasi persenjataan.
Sementara itu jet tempur MiG-31K membawa rudal hipersonik Dagger, salah satu senjata baru andalan Presiden Vladimir Putin. Senjata itu memiliki jangkauan 2.000 kilometer yang tidak ada tandingannya di Barat. Selain itu, Rusia mengerahkan pesawat pengebom jarak jauh Tu-22M3. Dalam uji coba itu, rudal ditembakkan ke musuh tiruan.
Peluncuran Kedr serta uji terbang jet tempur yang menggendong rudal hipersonik berlangsung saat ketegangan militer di Laut Hitam semakin panas. Rusia bersumpah menenggelamkan kapal perang Inggris jika berlayar terlalu dekat dengan periaran Krimea, wilayah yang dicaplok Rusia dari Ukraina pada 2014.
Laporan di media pemerintah Rusia menyebutkan, uji coba itu dijadwalkan bertepatan dengan kehadiran grup penyerang udara yang dipimpin kapal induk Inggris HMS Queen Elizabeth.
Stasiun televisi Kementerian Pertahanan Rusia TV Zvezda melaporkan, satu grup penyerang udara yang dipimpin kapal induk HMS Queen Elizabeth saat ini berada di Mediterania.
“Dalam hal ini, salah satu tujuan latihan (Rusia) adalah memantau tindakan kelompok kapal induk," demikian laporan Zvezda.