"Anda (Prancis) perlu berpikir untuk memperbaiki kesalahan ini," lanjutnya.
"Tidak ada Muslim di dunia yang akan menerima martabat kami, martabat Nabi kami dihina," ujarnya.
Dua pekan berselang pascainsiden pembunuhan Samuel Paty, Prancis kembali diguncang aksi teror lainnya yang terjadi di Gereja Basilica Notre-Dame, Kamis (29/10/2020) kemarin. Macron lagi-lagi menuding kelompok Islam berada di belakang penikaman yang menewaskan tiga orang.
Macron diminta hentikan kampanye anti-Islam
Nasrallah kembali mengingatkan Macron agar menghentikan 'kampanye' anti-Islam, dikhawatirkan sikap tersebut justru makin melebar yang berakibat menyeret negara-negara Eropa--dengan ideologi sekuler maupun liberal--dalam perseteruan dengan Muslim dunia.
"Pembunuhan ini dilarang oleh Islam, agama kami melarang pembunuhan orang tak berdosa."
"Meski sekalipun pelakunya adalah seorang Muslim, tidak ada kelompok Muslim yang ingin bertanggung jawab atas kejahatan itu."
"Otoritas Prancis telah menyeret diri mereka sendiri dan seluruh Prancis serta seluruh Eropa ke dalam pertempuran dengan Islam dan Muslim untuk alasan lemah dan terkadang tidak jelas," pungkasnya.