Louis Vuitton Dikecam Netizen karena Jual Syal Keffiyeh Palestina Rp10 Juta

Anton Suhartono
Louis Vuitton dikecam netizen karena dianggap mengeksplotasi syal tradisional Palestina keffiyeh (Foto: Twitter)

PARIS, iNews.id - Merek fesyen terkemuka dunia, Louis Vuitton, dikecam netizen karena dianggap mengeksploitasi syal simbol nasionalisme Palestina, keffiyeh.

Vuitton menjual keffiyeh dengan harga 705 dolar AS atau sekitar Rp10 juta, padahal harga umum yang dijual tak sampai dari 5 persennya.

Namun alasan utama dari kecaman netizen adalah Vuitton seperti memanfaatkan konflik yang merenggut ratusan nyawa Palestina untuk kepentingan komersial. Keffiyeh menjadi semakin populer di dunia, biasanya digunakan untuk menunjukkan dukungan terhadap perjuangan Palestina.

Netizen menuduh perancang keffiyeh melakukan perampasan budaya untuk kepentingan komersial.

Dalam keterangan di situs web, Vuitton menjelaskan syal itu terinspirasi dari keffiyeh yang diperkaya dengan signature perusahaan.  Perusahaan juga menyebut syal yang terbuat dari wol, katun, dan sutra, itu bisa membawa suasana santai.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran

57 tahun lalu

Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS

57 tahun lalu

Survei: Sebagian Besar Warga Israel Yakin Netanyahu Gagal dalam Perang Lawan Iran

57 tahun lalu

Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal