Lagi, Wali Kota di Filipina Ditembak Mati

Anton Suhartono
Ferdinand Bote (Foto: Facebook)

"Kami menjamin semua orang bahwa kami akan membebaskan kewajiban negara untuk setiap pembunuhan," kata Roque, merujuk pada penyelidikan yang adil dan menyeluruh oleh polisi untuk membawa para pelaku ke pengadilan.

Bote merupakan wali kota ke-12 yang ditembak mati sejak Duterte menjadi presiden pada 2016.

Kemarin, Halili (72) ditembak oleh sniper saat mengikuti upacara bendera. Halili termasuk orang yang diincar para gembong narkoba karena pernah mempermalukan pengedar dengan mengarak mereka di jalanan kota pada 2016.

Halili pernah dituduh Duterte terlibat narkoba. Presiden pun menyindir aksi mempermalukan para pengedar di jalanan tersebut hanya sebagai langkah untuk meyakinkan polisi bahwa dia tidak terlibat.

Putri Halili, Angeline, mengatakan, tidak adil mengaitkan ayahnya dengan perdagangan narkoba. Dia juga menyebut Duterte salah mendapat informasi mengenai ayahnya.

Terkait tuduhan itu pula kewenangan Halili sebagai wali kota untuk mengawasi kepolisian dicabut pada Oktober 2017. Selain itu, perdagangan narkoba di kotanya menjamur.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 hari lalu

Filipina Murka, China Gambarkan Rakyatnya sebagai Monyet dalam Video AI

20 hari lalu

Kejar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas

22 hari lalu

Menakjubkan! Detik-Detik Danau Kawah Gunung Filipina Meletus Dahsyat, Picu Tsunami

25 hari lalu

Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal