Lagi, Ukraina Desak Pengawas Kejahatan Keuangan Global Bertindak terhadap Rusia 

Umaya Khusniah
Ukraina mendesak pengawas kejahatan keuangan global Satuan Tugas Aksi Keuangan (FATF) untuk mengecualikan Rusia. (Foto: Reuters)

KIEV, iNews.id - Ukraina mendesak pengawas kejahatan keuangan global Satuan Tugas Aksi Keuangan (FATF) untuk mengecualikan Rusia. Kiev juga meminta agar lembaga itu memasukkan Rusia ke daftar hitam sebagai yurisdiksi berisiko tinggi. 

"Mendekati peringatan pertama agresi Rusia yang tidak beralasan dan brutal melawan Ukraina, inilah waktunya untuk refleksi dan tindakan," kata Menteri Keuangan Serhiy Marchenko dalam sebuah pernyataan, Rabu Rabu (15/2/2023). 

Rusia merupaan anggota FATF yang berbasis di Paris. Lembaga itu akan mengadakan pertemuan pleno dan kelompok kerja pada 20-24 Februari. Sedangkan Ukraina bukan anggota FATF.

Setahun setelah invasi Rusia ke Ukraina, para pejabat Ukraina telah mengintensifkan seruan kepada mitra Barat untuk memperketat sanksi terhadap Moskow. Tujuannya untuk membatasi kemampuan Rusia membiayai perang.

“Dengan FATF menunjuk Rusia sebagai risiko tinggi maka akan mencekik kemampuan Putin untuk membiayai perang brutalnya yang ilegal dan tidak dapat dibenarkan dan melindungi sistem ekonomi kita dari penyimpangan Rusia. Kita harus menghentikan Rusia untuk melindungi tidak hanya Ukraina, tetapi seluruh sistem keuangan global," katanya.

Gubernur Bank Sentral Ukraina dan pejabat pemerintah lainnya juga telah mengeluarkan seruan serupa kepada FATF tahun lalu.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
2 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
2 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
2 hari lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal