WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Israel kembali mengklaim bahwa normalisasi hubungan negaranya dengan Arab Saudi berada pada titik yang paling dekat dibandingkan sebelumnya. Ini bukan klaim serupa pertama yang disampaikan pejabat Israel sejak perang dengan Hamas pada 7 Oktober, namun hanya pepesan kosong.
Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat (AS) Yechiel Leiter mengatakan, rencana itu berada pada titik terdekatnya untuk terealisasi berkat kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump.
Dia membawa-bawa keompok perlawanan Hamas dan Hizbullah dalam pernyataannya. Menurut dia, normalisasi hubungan Israel-Arab Saudi merupakan dampak dari perkembangan lebih luas di Timur Tengah yang disebabkan melemahnya kekuatan Hamas, Hizbullah, serta kelompok proksi Iran lainnya, termasuk di Suriah.
"(Trump) Pemain kunci dalam membentuk kembali dinamika Timur Tengah," kata Leiter, dalam wawancara dengan Jerusalem Post.
"Kami lebih dekat dengan Arab Saudi karena telah membuat lemah Hamas serta kejatuhannya (Presiden Suriah Bashar Al Assad)," katanya.