Kritik Resolusi PBB soal Pasukan Perdamaian Gaza, Rusia: Warisan Kolonial Inggris

Anton Suhartono
Rusia menyampaikan kritik tajam terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengesahkan pengiriman Pasukan Stabilisasi Internasional ke Jalur Gaza (Foto: AP)

Menurutnya, pasukan itu bahkan berpotensi bertindak secara otonom tanpa koordinasi dengan otoritas Palestina, yang bisa menyebabkan konsekuensi politik serius.

“Pasukan tersebut tampaknya bisa bertindak secara otonom tanpa memperhatikan posisi maupun pendapat Ramallah,” katanya.

Moskow Sebut Mengingatkan pada Praktik Kolonial Inggris

Nebenzia menilai pola yang muncul dari resolusi itu menyerupai pendekatan kolonial masa lalu. Dia menyebut langkah itu mengingatkan pada Mandat Inggris untuk Palestina di era Liga Bangsa-Bangsa, ketika penduduk Palestina tidak dilibatkan dalam keputusan penting yang menyangkut wilayah mereka.

“Hal ini bisa memperkokoh pemisahan Jalur Gaza dari Tepi Barat. Hal ini mengingatkan pada praktik kolonial dan Mandat Inggris untuk Palestina ketika pendapat rakyat Palestina sendiri tidak diperhitungkan,” tegasnya.

Pertanyaan soal Mandat Pasukan Perdamaian

Selain soal peran Palestina, Rusia juga mempertanyakan kedalaman mandat pasukan internasional tersebut, termasuk apakah misi penegakan perdamaian berdasarkan rencana yang disebut sebagai “rencana Trump” itu dapat membuat ISF melampaui batas-batas tertentu.

Moskow memperingatkan bahwa tanpa batasan yang jelas, operasional pasukan perdamaian berpotensi berubah menjadi intervensi yang dapat memperkeruh situasi politik dan keamanan di Gaza.

Dengan kritik keras yang diarahkan kepada AS dan PBB, Rusia menegaskan bahwa solusi damai di Gaza harus melibatkan rakyat Palestina secara penuh, bukan menciptakan struktur keamanan baru yang berisiko mengulang pola kolonial masa lalu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

57 tahun lalu

Negara-Negara Barat Kompak Kecam Israel Serang Lebanon: Hizbullah Akan Semakin Kuat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal