“Saya bakalan sibuk sepanjang hari ini,” kata Shamsuddin, kepada AFP.
Ratusan pengendara sepeda motor juga terpaksa antre panjang, bahkan sekitar 1,5 km dari SPBU. Beberapa di antaranya tertidur di atas motor.
Panjangnya antrean panasnya situasi memakan korban. Beberapa pengendara meninggal dunia karena kelelahan antre serta kerusuhan.
Satu orang meninggal setelah mengantre selama berjam-jam di bawah terik matahari di Kota Rangpur. Dua orang lainnya meninggal akibat kerusuhan di SPBU. Seorang manajer SPBU tewas ditabrak oleh sopir truk di Distrik Narail.
Sementara itu Menteri Energi Bangladesh Iqbal Hasan Mahmud mengatakan, pasokan BBM normal. Fenomena antrean panjang terjadi akibat panic buying warga.
“Tidak ada krisis bahan bakar di negara ini,” katanya, kepada parlemen pada 19 April.
Bangladesh mengandalkan 95 persen kebutuhan BBM-nya dan gas dari impor, sebagian besar dari Timur Tengah.