Kremlin Tak Pasok Senjata ke Tentara Wagner, Prigozhin: Posisi Rusia di Bakhmut Bisa Runtuh

Umaya Khusniah
Kepala Wagner, Yevgeny Prigozhin mengatakan garis depan Rusia di dekat Bakhmut bisa runtuh jika pasukannya tidak menerima amunisi yang dijanjikan Moskow. (Foto: RIA Novosti)

“Jika Wagner mundur dari Bakhmut sekarang, seluruh barisan depan akan runtuh. Situasinya tidak akan menguntungkan untuk semua formasi militer yang melindungi kepentingan Rusia,” katanya. 

Pejabat dan analis militer Ukraina juga melaporkan, para pemimpin Brigade ke-155 Rusia yang bertempur di dekat Kota Vuhledar, selatan Bakhmut, menolak perintah untuk menyerang setelah mereka mengalami kerugian besar dalam upaya merebut wilayah itu.

"Menurut informasi yang tersedia, para pemimpin brigade dan perwira senior menolak untuk melanjutkan serangan baru yang tidak masuk akal seperti yang diminta oleh komandan mereka yang tidak terampil - untuk menyerbu posisi Ukraina yang dipertahankan dengan baik dengan sedikit perlindungan atau persiapan," kata militer Ukraina dalam sebuah pernyataan.

Analis militer, Zhdanov mengatakan, dua unit Cossack Rusia yang dikenal sebagai Steppe dan Tiger menyatakan ketidakpuasan dengan komandan mereka. Mereka menolak untuk ambil bagian dalam serangan baru di kota puncak bukit itu.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak

57 tahun lalu

Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana: Fokus Selesaikan Persoalan Dalam Negeri

57 tahun lalu

KTT Rusia-ASEAN, Putin Jamu 11 Pemimpin Negara ASEAN Hari Ini

57 tahun lalu

Blak-blakan, Zelensky Berkali-kali Ajak Putin Bertemu Bahas Upaya Damai tapi Ditolak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal