Meskipun Israel telah banyak menggelontorkan uang untuk mendeteksi terowongan di Gaza, Hamas masih dianggap memiliki terowongan yang berfungsi untuk mengakses dunia luar.
Pascapertempuran dengan Israel pada 2021, pemimpin Hamas di Gaza, Yehya al-Sinwar menuturkan, kelompoknya memiliki terowongan yang panjangnya mencapai ratusan km di wilayah itu.
“Mereka (Israel) mulai mengatakan bahwa mereka menghancurkan 100 km terowongan Hamas. Saya beritahu Anda, terowongan yang kami miliki di Jalur Gaza melebihi 500 km. Bahkan jika narasi mereka benar, mereka hanya menghancurkan 20 persen terowongan itu,” ujar al-Sinwar kala itu.
Belum ada bukti yang menguatkan komentar Sinwar tersebut. Namun, perkiraan soal angka ratusan kilometer itu diterima secara luas oleh para analis keamanan, meskipun jalur pantai yang diblokade panjangnya hanya 40 km.
Israel memegang kendali penuh atas akses udara dan laut Gaza serta 59 km dari total 72 km perbatasan daratnya. Adapun Mesir menguasai 13 km perbatasan dengan wilayah Palestina itu ke selatan. Dengan melihat situasi tersebut, terowongan pun menjadi salah satu dari sedikit cara bagi Hamas untuk membawa senjata, peralatan, dan orang.