MADRID, iNews.id - Korban tewas akibat banjir dahsyat di Valencia, Spanyol, terus bertambah. Hingga Jumat (1/11/2024), 205 orang tewas dan puluhan lainnya masih hilang.
Angka tersebut menjadikan banjir Valencia sebagai yang paling mematikan, bukan hanya di Spanyol, tapi juga di Eropa, sejak 1970. Jumlah itu juga hanya selisih empat dibandingkan banjir di Rumania yang merenggut 209 nyawa.
Sekitar 500 tentara dikerahkan di Valencia untuk mencari korban yang hilang akibat banjir dahsyat tersebut. Mereka juga ditugaskan untuk membantu para korban selamat.
Para pejabat mengatakan, jumlah korban tewas kemungkinan akan terus bertambah. Diperkirakan masih banyak korban yang terjebak di dalam mobil yang hanyut. Petugas SAR menyisir terowongan yang sempat tertutup air. Di sana banyak kendaraan bertumpukan, terutama di mulut terowongan.
"Kami mencoba memindahkan kendaraan satu demi satu untuk melihat apakah ada korban," kata seorang petugas penyelamat, dikutip dari Reuters.