Konglomerat Taiwan Ini Tolak Kemerdekaan Negaranya usai Perusahaan Didenda China

Ahmad Islamy Jamil
Konglomerat Taiwan, Douglas Hsu. (Foto: Reuters)

Hsu berpendapat, perusahaan-perusahaan Taiwan tidak dapat menyelesaikan kesulitan politik karena itu sejatinya adalah tugas para politikus. Karenanya, para pelaku bisnis selalu mengharapkan perdamaian serta “pertukaran dan interaksi yang normal”.

Beijing selalu mengklaim Taiwan sebagai bagian dari China. Negeri tirai bambu pun akhir-akhir ini semakin meningkatkan tekanan terhadap pulau itu. Namun, Presiden Taiwan Tsai Ing Wen mengatakan, negaranya tidak akan tunduk pada tekanan. Dia pun menegaskan akan membela demokrasi dan kebebasan Taiwan.

Awal bulan ini, China mengeluarkan ancaman bahwa siapa pun yang mendukung kemerdekaan resmi Taiwan, termasuk perusahaan-perusahaan, akan bertanggung jawab secara pidana.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Buletin
2 hari lalu

Prabowo Minta Anak Muda Tak Hanya Kejar Jadi ASN, Tapi Berani Berbisnis

Internasional
2 hari lalu

Xi Jinping dan Putin Bertemu Hari Ini, Bahas Apa?

Internasional
5 hari lalu

Setelah Trump, Giliran Putin ke China Bertemu Xi Jinping

Internasional
6 hari lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal