Sementara di luar RS, terlihat sejumlah korban tewas akibat serangan brutal Israel. Mayat mereka masih telantar dan belum sempat dikuburkan oleh pihak keluarga.
Tak hanya itu, di salah satu ruangan di RS tersebut, ada belasan hingga puluhan mayat lainnya yang menumpuk. “Belum ada satu pun dari keluarga mereka yang mengambil dan menguburkannya,” ujar Jamal.
Pantauan berikutnya, terjadi kerusakan besar di bagian gerbang dan pintu RS Indonesia. Israel juga merusak Wisma Rakyat Indonesia (Wisma Dokter Joserizal Jurnalis) yang berada di dalam kompleks RS tersebut. Bagian lantai satu wisma, garasi, dan dinding di lantai satu wisma sudah luluh-lantak.
Sementara di halam RS tampak alat-alat kesehatan yang berserakan. “Termasuk bantuan obat-obatan yang dihancurkan penjajah (Israel),” tutur Jamal.
Israel menggempur Jalur Gaza secara membabi buta setelah para pejuang Hamas Palestina melancarkan Operasi Banjir al-Aqsa pada 7 Oktober lalu. Dalam operasi tersebut, sedikitnya 1.200 orang Israel tewas dan sekitar 240 orang lainnya ditawan Hamas.