Lebih lanjut, dampak gempa ini langsung melumpuhkan jalur transportasi. Jalur kereta cepat Shinkansen menuju wilayah utara (Tohoku dan Hokkaido) dihentikan total untuk pengecekan keamanan. Di Stasiun Tokyo dan Sendai, tampak kerumunan orang yang kebingungan memantau ponsel mereka untuk mencari kabar terbaru mengenai keluarga di wilayah episentrum.
Kemudian pemerintah setempat langsung mengaktifkan protokol darurat. Di Prefektur Aomori, warga terlihat berjalan cepat menuju gedung-gedung tinggi yang telah ditetapkan sebagai tempat evakuasi tsunami (Tsunami Evacuation Building). Fokus utama evakuasi adalah lansia dan anak-anak yang tinggal di radius 1 km dari garis pantai.
Berdasarkan laporan terbaru dari JMA melalui sensor bawah laut, gelombang tsunami pertama dilaporkan sudah mulai menyentuh daratan pada sore hari ini. Meski belum ada laporan kerusakan bangunan yang masif, otoritas meminta warga tetap berada di tempat pengungsian hingga status peringatan tsunami dicabut sepenuhnya.
Hingga pukul 18:00 waktu setempat, tim penyelamat masih terus memantau wilayah terdampak. Bagi WNI yang berada di Jepang, diharapkan terus memantau informasi dari KBRI Tokyo dan pastikan baterai ponsel tetap penuh untuk menerima notifikasi darurat dari aplikasi keselamatan pemerintah Jepang.