Komik Charlie Hebdo Ejek Tragedi Gempa Turki-Suriah Picu Kemarahan Publik: Ini Bukan Humor!

Maria Christina Malau
Gempa bumi Turki dan Suriah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan bangunan serta infrastruktur. (Foto: Reuters)

Kartun itu juga memicu kemarahan Juru Bicara Kepresidenan Turki, Ibrahim Kalim. Dia menyebut Charlie Hebdo sebagai orang barbar modern. "Tercekik dalam kebencian dan dendammu," katanya dilansir dari Aljazeera, Kamis (9/2/2023). 

Salah seorang netizen perempuan bernama Sara Assaf mengatakan dirinya menarik dukungan untuk majalah Charlie Hebdo setelah melihat kartun gempa bumi Turki-Suriah itu. 

"Je ne suis plus Charlie" (Saya bukan lagi Charlie), tulisnya. Ini mengacu pada slogan “Je suis Charlie” (Saya Charlie) yang diadopsi oleh pendukung Charli Hebdo setelah kantor mereka diserang pada 7 Januari 2015.

Dalam serangan itu, dua bersaudara yang mengaku berafiliasi dengan Al-Qaeda menembaki markas Charlie Hebdo di Paris. Serangan yang disebut sebagai pembalasan atas penerbitan kartun yag menggambarkan Nabi Muhammad itu mengakibatkan 12 orang tewas. Banyak pihak yang menyampaikan solidaritas dengan Prancis dan menyebut karya itu sebagai bentuk kebebasan berbicara.

"Kami bersamamu selama rasa sakitmu. Apa yang kita alami sekarang adalah bencana bagi umat manusia!" kata seorang pengguna. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam

57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka

57 tahun lalu

Prabowo Terima Kunjungan Menlu Turki di Hambalang, Ini yang Dibahas 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal