Kisah Warga Israel Terpaksa Ngaku Muslim saat Di-sweeping Demonstran di Bandara Dagestan Rusia

Anton Suhartono
Seorang warga Israel terpaksa mengaku dirinya Muslim saat di-sweeping demonstran pro-Palestina di bandara Dagestan (Foto: AP)

Tidak dijelaskan bagaimana bisa demonstran menjangkau para penumpang pesawat yang baru tiba dari Tel Aviv itu.

Kepolisian Rusia menangkap 60 orang sehubungan dengan demonstrasi dan pendudukan bandara Dagestan. Kementerian Dalam Negeri Rusia menyatakan ada 150 orang yang teridentifikasi melakukan pelanggaran, namun belum semua ditangkap.

Otoritas penerbangan sipil Rusia menutup bandara Dagestan sampai 6 November untuk penyelidikan.

Duta Besar Israel untuk Rusia mengatakan tidak ada warganya yang terluka dalam insiden itu. Laporan lain mengungkap para penumpang asal Israel sempat dibawa ke pangkalan militer sebelum diterbangkan keluar dari Dagestan.

Massa meluapkan kemarahan terhadap warga Israel. Sebagian mengatakan Dagestan tak boleh menjadi tempat pengungsian warga Israel untuk menghindari perang di negaranya.

Demonstran juga membawa papan bertuliskan, "Tak Ada Tempat bagi Pembunuh Anak-Anak di Sini."

Terkait kejadian ini, Israel memperbarui dan meningkatkan peringatan perjalanan bagi warganya ke wilayah Kaukasus Utara di Rusia, termasuk Dagestan, ke level tertinggi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jurus Menko AHY Wujudkan Bandara Berkelas Dunia di Indonesia

57 tahun lalu

Menkum Supratman Paparkan Capaian Posbankum Desa di Forum Hukum Internasional Rusia

57 tahun lalu

Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama

57 tahun lalu

PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal