Kisah Wanita Muslim Uighur 'Disiksa' di Kamp Pelatihan Paksa Xinjiang

Nathania Riris Michico
Warga Muslim Uighur di China. (Foto: AFP)

"Kadang-kadang mereka mengikat logam seberat 5 kilogram di kaki kami sebagai cara hukuman. Jika mereka ingin menghukum lebih berat, mereka akan memborgol (kami) dan kami akan dipaksa untuk melihat tembok di seberang selama sekitar 17 jam."

Gulbahar Jelilova, yang berasal dari Kazakhstan, menghabiskan dua dekade terakhir melakukan bisnis di perbatasan China-Kazakhstan.

Dia mengatakan, pada Mei 2017, dia ditangkap di Kota Urumqi di China dengan tuduhan mentransfer dana secara illegal sebesar 17.000 yuan dari China dan Turki.

"Ketika saya berada di kamp, saya memberi tahu mereka bahwa saya adalah orang asing dan bahwa saya tidak melakukan kesalahan," katanya.

"Kami diberitahu bahwa kami tidak memiliki hak di sana. Kami tidak memiliki hak untuk melakukan panggilan telepon di luar, kami seperti orang mati."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
21 jam lalu

China Tutup Langit 40 Hari hingga Mei 2026, Alasannya Mengejutkan!

Internasional
3 hari lalu

China Tiba-Tiba Tutup Wilayah Udara Lepas Pantai 40 Hari, Latihan Serang Taiwan?

Mobil
4 hari lalu

Tak Punya Peluang Kejar Mobil China, Honda Kembali ke Strategi Lama

Nasional
9 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal