Kisah Suami yang Hadiahkan Ginjalnya untuk Istri

Anton Suhartono
N Arumagam (kiri) dan Saras Adiya (Foto: The Straits Times)

Satu pilihan yang paling mungkin adalah menerima ginjal dari orang lain. Tapi untuk mendapatkannya tak mudah karena harus cocok.

"Setelah mendengar berita itu, dia ingin menyelamatkannya dengan segala cara dan dia merupakan yang pertama di keluarga untuk menawarkan ginjalnya," kata sang putri, Umavathy.

Meskipun mereka diberi tahu risiko setelah transplantasi, pasangan tersebut tetap bertekad melewatinya bersama. Mereka juga diberi tahu jika tes gagal maka transplantasi harus dibatalkan.

Sejak pertengahan tahun lalu, Arumugam melakukan berbagai tes untuk menilai apakah ginjalnya cocok untuk disumbangkan.

Setelah 6 bulan menjalani tes intensif yang melelahkan, mereka mendapat lampu hijau untuk melanjutkan transplantasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gugatan Ditolak Pengadilan Singapura, Proses Ekstradisi Paulus Tannos Berlanjut

57 tahun lalu

Malas Minum Air Putih, Ginjal Bisa Kewalahan Saring Kotoran dalam Tubuh

57 tahun lalu

Gugatan Paulus Tannos Ditolak Pengadilan Singapura, Bisa Diekstradisi ke Indonesia

57 tahun lalu

Pidato di Singapura, AHY: Infrastruktur adalah Kunci Masa Depan Keberlanjutan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal