Sebelum menjadi presiden pada 2014, Ghani menghabiskan sebagian besar hidupnya mempelajari bagaimana mendorong pertumbuhan di negara-negara miskin. Dia juga ikut menulis buku 'Fixing Failed States: A Framework for Rebuilding a Fractured World'.
Pemegang gelar doktor Universitas Columbia, Amerika Serikat, itu juga mengajar di beberapa kampus elite Negeri Paman Sam sebelum bertugas di Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Lebih lanjut dalam video itu dia membantah tuduhan Kedutaan Besar Rusia di Kabul yang menyebutnya kabur dengan membawa uang tunai seisi helikopter. Dia menuju bandara di Kabul dengan empat mobil berisi uang tunai yang kemudian dipindahkan ke helikopter.
“Tuduhan saya membawa lari uang itu sepenuhnya tidak berdasar, itu semua adalah kebohongan,” tuturnya.
Menghabiskan banyak waktu di luar negeri lalu terjun ke pemerintahan justru menjadi bumerang baginya. Ghani memang orang Pashtun, etnis mayoritas di Afghaistan, namun tetap dipandang sebagai orang luar yang tidak bisa menyatukan faksi-faksi berbeda. Oleh karena itu dia semakin terisolasi dari waktu ke waktu.