Namun kenyataan yang dihadapi sang istri jauh lebih menakutkan. Begitu membuka pintu, koridor dan tangga sudah dipenuhi asap pekat. Segalanya gelap. Tidak ada arah yang bisa dituju.
“Dia bilang tidak bisa melihat apa pun. Jadi dia kembali ke apartemen,” tutur Lee.
Itulah kalimat terakhir yang didengarnya. Setelah itu, telepon terputus. Hingga kini, Lee belum mengetahui nasib istrinya.
Teriakan Panik, Pesan Tak Terbalas
Banyak keluarga lain melaporkan percakapan serupa, sebagian berlangsung singkat, sebagian tak pernah terjawab. Para penghuni yang selamat mengatakan bunyi dering telepon terdengar di mana-mana selama evakuasi, bercampur dengan suara sirene, alarm gedung, dan teriakan warga yang meminta tolong.
Chu (70), yang tinggal di salah satu blok, mengatakan dia terus mencoba menghubungi teman-temannya yang tinggal di menara sebelah.