Kisah Perempuan Hebat di Gaza, Lahirkan Bayi Kembar 4 saat Perang Sempat Jalan Kaki 5 Km

Anton Suhartono
Iman Al Masry melahirkan bayi kembar 4 di tengah perang di Gaza (Foto: Anadolu)

"Ketika meninggalkan rumah, saya hanya membawa beberapa pakaian musim panas untuk anak-anak. Saya kira perang akan berlangsung 1 atau 2 minggu dan setelah itu kami akan kembali ke rumah,” ujarnya.

Seperti para ibu lainnya, Masry berharap bisa menjalankan tradisi dan merayakan kelahiran bayi-bayinya, termasuk memandikan dengan air mawar.

Namun jangankan memandikan, mendapat air bersih saja sulit.

"Kami bahkan belum bisa memandikan mereka," katanya.

Dia menambahkan jatah popok di pengungsian juga dibatasi karena kondisi yang tak memungkinkan.

"Biasanya saya mengganti popok bayi setiap 2 jam. Tapi situasinya sulit dan saya harus berhemat,” katanya, seraya menambahkan bayi yang baru lahir hanya mendapat jatah popok di pagi dan malam hari.

Sementara sang suami, Ammar (33), merasa terpukul karena tidak bisa menafkahi keluarganya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dubes Iran Tegaskan Sikap soal Gaza usai Kesepakatan Damai dengan AS

57 tahun lalu

Paris Diserang Suhu Panas Ekstrem, Pasien RS Melonjak Tajam!

57 tahun lalu

PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup

57 tahun lalu

PBB: Israel Sengaja Bunuh Anak-Anak Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal