Meskipun terjadi bencana dahsyat itu, Boudad dan Ajdir berangkat ke Kettou keesokan hari. Semua seserahan ditinggal di desa istrinya.
Boudad telah membeli 150 ekor ayam dan 30 kg buah-buahan untuk perayaan di rumahnya. Namun makanan itu telah busuk karena tak ada yang mengonsumsi.
“Kami ingin merayakannya kemudian gempa mengguncang. Saya tidak tahu apakah harus mengkhawatirkan desanya atau desa saya,” ujarnya, dikutip dari Reuters.
Sementara itu Ajdir sangat trauma dengan gempa tersebut sehingga dia tidak mau berbicara dengan orang asing.
Desanya Ighil Ntalghoumt luluh lantak, banyak penduduknya kehilangan tempat tinggal. Namun tidak seperti di lokasi lain di Adassil, daerah yang dekat dengan titik pusat gempa, tidak ada korban jiwa, bahkan tak ada yang luka serius.