Kisah Pasutri Gaza Batal Haji Tahun Ini karena Perang padahal Sudah Jual Perhiasan

Anton Suhartono
Mahmoud dan Fatima Jarghoun menjual perhiasan agar bisa menunaikan haji, namun gagal akibat perang (Foto: Reuters)

“Sayangnya, kami kehilangan rumah. Ditambah lagi penutupan perbatasan, kami tidak bisa berhaji, tidak bisa ke sana. Itu dua pukulan sekaligus,” katanya, seraya memperkirakan biaya perbaikan rumahnya mencapai 20.000 dolar AS. 

Warga Palestina harus antre beberapa tahun untuk mendapat giliran berhaji setelah mendaftar ke otoritas Palestina. Mahmoud sempat antre selama 18 tahun.

"Menjual segala sesuatu yang kami miliki, sehingga kami bisa melaksanakan kewajiban ini. Kami berada di akhir hidup. Sayangnya, perbatasan ditutup sehingga menutup semua harapan kami untuk melaksanakan kewajiban ini," ujarnya, merujuk pada Rukun Islam ke-5.

Sang istri, Fatima, mengatakan dia dan suami sangat senang saat nama mereka disetujui untuk menunaikan haji pada tahun lalu sebelum perang. Namun semua impian sirna.

Serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 hingga 10 Juni 2024 telah menewaskan lebih dari 37.100 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Gercep, Iran Perbaiki 80% Kerusakan akibat Serangan AS-Israel

Haji dan Umrah
6 jam lalu

Jemaah Haji Indonesia yang Hilang di Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia

Nasional
7 jam lalu

Cerita Istri WNI yang Diculik Israel, Ungkap Detik-Detik Suami Putus Kontak di Tengah Misi ke Gaza

Haji dan Umrah
10 jam lalu

Kisah Mbah Marsiyah Jemaah Umur 105 Tahun, Pergi Haji Berkat Tabungan di Kaleng Bekas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal