Hal yang harus diingat, semua orang itu ditangkap dari hasil jerih payahnya, melacak dan memburu mereka satu per satu, bukan hasil perburuan polisi. Cara Miriam memburu para pelaku juga terbilang rapi, layaknya agen profesional. Dia dengan sabar melacak, membuntuti, hingga menangkap pelaku, dibantu oleh kerabat. Butuh waktu lama baginya untuk menangkap pelaku satu per satu di penjuru Meksiko.
Selama menjalankan aksinya, Miriam tak segan-segan mengubah penampilan. Dia memotong rambut dan mengecatnya, menyamar sebagai petugas survei, petugas kesehatan, dan petugas pemilu demi mendapatkan identitas dan alamat target.
Dengan penyamaran itu dia bisa bertemu keluarga para pelaku untuk mengorek informasi tanpa dicurigai.
Setalah mendapatkan data, dia menyimpannya dengan rapi di dalam tas kemudian memulai pelacakan dan perburuan.
Dari penyelidikannya itu, Miriam mengetahui betul siapa teman, di mana kampung halaman, kebiasaan, bahkan sampai cerita masa kecil para targetnya.