Kisah Negosiasi Partai Islam Arab dengan Koalisi Israel untuk Singkirkan Netanyahu

Anton Suhartono
Naftali Bennett (depan kiri), Yair Lapid (tengah), dan Mansour Abbas, meneken kesepakatan koalisi pemerintahan baru Israel (Foto: Ra'am)

Abbas mengakui ada konflik internal soal keputusan partai Ra'am untuk berkoalisi dengan Lapid, Bennett, serta partai lain.

"Keputusan ini sulit dan ada beberapa perselisihan tapi penting untuk mencapai kesepakatan," kata Abbas, dikutip dari Jerusalem Post, Kamis (3/6/2021).

Partai Likud yang dipimpin Netanyahu sebenarnya memenangkan mayoritas kursi parlemen Knesset dalam pemilu pada Maret lalu, namun gagal membentuk pemerintahan baru.

Kongsi pecah dengan koalisi utamanya dari Partai Putih Biru, Benny Gantz, pada Desember 2020, sehingga Netanyahu kehilangan dukungan utama di parlemen. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
4 jam lalu

Presiden Korsel Murka 2 Warganya Aktivis GSF Ditahan Israel, Ancam Tangkap Netanyahu

Internasional
5 jam lalu

Pengacara: Para Aktivis GSF Disiksa Pasukan Israel, Luka Patah Tulang

Internasional
5 jam lalu

Dunia Ramai-Ramai Kecam Israel setelah Video Penyiksaan Aktivis GSF Beredar, Panggil Dubes

Internasional
6 jam lalu

Iran Siapkan Senjata Baru Perang Lawan AS-Israel: Belum Pernah Digunakan Sebelumnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal