Misil yang ditembakkan Korea Utara terbang beberapa ratus kilometer dari daratan. Terlalu jauh jarak misil itu dari daratan untuk bisa dilihat dengan mata telanjang. Misil kemudian jatuh di Samudra Pasifik, arah timur atau sekitar 2.000 kilometer dari Tanjung Erimo.
Peringatan ditembakkannya misil tidak hanya didengar oleh warga Erimo atau Hokkaido, tapi juga warga Jepang lainnya. Pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan melalui jutaan telepon seluler warga.
Sejak Korea Utara menguji coba nuklir, Kawamura sudah mempersiapkan perbekalan di rumahnya, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Ia pun memastikan radio di rumahnya dalam posisi selalu menyala agar informasi dan peringatan selalu terdengar.
Seperti warga Erimo lainnya, tidak ada yang bisa dilakukan jika misil benar-benar mendarat di Erimo, bahkan dia tidak tahun bagaimana cara menghindar dari dampak ledakan.
Perdana Menteri Shinzo Abe yang bersiap menghadapi pemilihan umum pada Minggu mendatang mengingatkan kepada warganya akan meningkatnya ancaman dari negara tetangga tersebut. Misil yang dilepaskan pada bulan lalu merupakan uji coba keenam senjata nuklir Korea Utara. Negara yang dipimpin Kim Jong un itu bahkan mengancam akan menenggelamkan Jepang.
"Mereka berjanji pada 1994 lalu pada 2005 untuk menghentikan program nuklir. Tapi mereka melanggar janji itu dengan mengembangkan senjata nuklir dan misil. Kita tidak akan tertipu lagi,” kata Abe, saat kampanye, pekan lalu.
Untuk melindungi negaranya, pemerintahan Abe sudah menyebar 34 rudal antimisil Patriot PAC-3 di penjuru negeri, termasuk di Hokkaido. Selain itu rudal sistem pertahanan dari kapal laut, Aegis, juga dipersiapkan di beberapa tempat. Itu belum termasuk misil balistik milik Amerika Serikat yang diklaim dapat mematahkan misil Korea Utara di udara.