TOKYO - "Begitu misil diluncurkan, benda itu bisa saja mendarat di sini beberapa saat kemudian. Tidak ada tempat untuk sembunyi." Demikian ungkapan ketakutan Mitsuyo Kawamura, seorang perempuan berusia 68 tahun, warga Erimo, Hokkaido. Erimo merupakan kota nelayan di utara Pulau Hokkaido yang dilintasi misil Korea Utara saat uji coba beberapa waktu lalu.
Perempuan petani rumput laut itu pun menceritakan bagaimana suasana saat Korea Utara menguji coba misil pada September dan Oktober lalu. Dua misil melintas di langit Erimo pada 29 Agustus dan 15 September 2017, menciptakan suasana mencekam di kota berpenduduk 4.800-an jiwa itu.
Raungan suara sirine membuat suasana kota semakin mencekam. Ketika itu warga memilih tetap di dalam rumah, sambil berharap misil itu tak mendarat di wilayah mereka.
Meskipun misil terbang jauh di atas langit Erimo, bahkan tidak bisa dilihat menggunakan mata telanjang karena jauhnya, namun kondisi itu tidak membuat warga tenang.
"Sekarang, ketika saya mendengar suara keras, saya akan langsung melihat keluar, melihat ke laut, saya merasa cemas. Saya tidak pernah tahu kapan misil itu akan datang lagi," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters.