"Siapa yang akan diselamatkan, siapa yang tidak, ditentukan oleh Tuhan. Kami tidak diciptakan untuk ini, kami hanya manusia. Tapi pada saat ini, kami dihadapkan pada pilihan untuk menentukannya," kata Aggarwal, dikutip dari Reuters, Rabu (5/5/2021).
India telah mencapai rekor global dengan mencatat lebih dari 300.000 kasus harian selama hampir 2 pekan terakhir.
Para penderita tak hanya meninggal ketika berada di rumah sakit, namun juga dihalaman parkir, mobil bahkan jalanan saat menunggu di antrean.
Di RS tempat Aggarwal bekerja, fasilitas dibuat untuk menampung sebanyak-banyaknya pasien sehingga tak nyaman. IGD menjadi semakin sempit.
Pasien memadati setiap ruang yang tersedia, banyak yang tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) kecuali masker sederhana. Bahkan dokter dan perawat juga tidak mengenakan APD karena menyulitkan dalam bekerja.
Bahkan ada pasien terbaring di tempat sampah dikelilingi limbah medis.
RS Holy Family merupakan salah satu rumah sakit terbaik di India. Dalam kondisi normal, pasiennya datang dari seluruh dunia. Namun kini terkesan seperti kumuh. Rumah sakit yang biasanya menampung 275 orang dewasa, saat ini merawat 385 pasien.