Kisah Dokter Muda India Harus Putuskan Pasien Covid yang Diselamatkan dan Tidak

Anton Suhartono
Rohan Aggarwal harus menentukan siapa pasien Covid-19 yang diselamatkan dan tidak (Foto: Reuters)

NEW DELHI, iNews.id - Dokter di India dihadapkan pada pilihan sangat sulit, yakni menentukan siapa pasienCovid-19 yang diselamatkan dan dibiarkan menemui ajal. Mereka tak punya pilihan di tengah banyak keterbatasan layanan kesehatan akibat lonjakan kasus infeksi.

Pengalaman itu diceritakan Rohan Aggarwal, dokter berusia 26 tahun. Dia bahkan harus mengundur waktu studinya sampai tahun depan karena diterjunkan menangani pasien.

Di usia yang masih tergolong sangat muda, Aggarwal harus membuat keputusan penting. Tak jarang dia menghadapi desakan dari keluarga pasien yang memohon belas kasih.

Bahkan Aggarwal harus bekerja ekstra, pada satu kesempatan dia bahkan bekerja selama 27 jam karena tanggung jawab yang diembannya di instalasi gawat darurat Rumah Sakit Holy Family di Ibu Kota New Delhi.

Rumah sakit sudah kelebihan beban, tak ada lagi ruang perawatan tersisa, termasuk oksigen. Banyak pasien antre di parkiran RS untuk menunggu giliran mendapatkan tempat tidur perawatan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bekam Bisa Bantu Atasi Sakit Punggung dan Leher, Begini Kata Dokter

57 tahun lalu

Prabowo Janji Tekan Harga Obat untuk Masyarakat: Kita Usahakan Semurah-murahnya

57 tahun lalu

Prabowo Target Renovasi 400 RS dan 10.000 Puskesmas se-Indonesia

57 tahun lalu

Presiden Prabowo ke Lampung Barat Besok, Resmikan Rumah Sakit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal