Kebesaran Desa Huaxi tak terlepas dari peran seorang Mantan Sekretaris Komite Partai Komunis, Wu Renbao pada tahun 1960. Tanpa sepengetahuan pemerintah China saat itu, Wu Renabo mampu mengubah desa miskin yang semula mayoritas penduduknya adalah petani.
Melansir tulisan Antonio Faccilongo, seorang fotografer dokumenter sekaligus profesor fotografi di Rome University of Fine Arts, walikota Wu Renbao pada tahun 1964 berhasil meyakinkan penduduk Huaxi untuk menginvestasikan uang mereka guna pembangunan pabrik baja tanpa sepengetahuan pihak berwenang.
Pendapatan yang dihasilkan oleh aktivitas rahasia itu kemudian dibagi rata, tanpa memandang posisi yang dijabat masing-masing warga. Berkat bisnis industri tersebut, Desa Huaxi semakin maju pesat dan terus berkembang hingga saat ini. Tak hanya sektor industri baja, desa ini juga dibesarkan oleh industri tekstil dan sektor ekspor-impor.
"Saat ini terhitung ada lebih dari 100 perusahaan termasuk tekstil, metalurgi, ekonomi digital dan keuangan bisnis," tulis Antonio Faccilongo melalui akun Instagram pribadinya pada 22 April 2022.
Dikutip dari IDX Channel, Huaxi kini dihuni oleh sekitar 2.000 penduduk dengan rekening tabungan mencapai USD 250 ribu atau setara Rp3,6 miliar (Rp14.360 per USD). Jumlah tersebut tentu sangat fantastis untuk sebuah desa.