Di kesempatan terpisah, Presiden Masoud Pezeshkian juga merespons pernyataan Trump yang berbicara soal perdamaian sambil melontarkan ancaman.
"Mana yang harus kita percaya? Di satu sisi, dia berbicara tentang perdamaian, tapi di sisi lain, mengancam dengan mesin-mesin pembunuh massal paling canggih," kata Pezeshkian, kepada para prajurit Angkatan Laut Iran di Teheran.
Dia menegaskan Iran siap melanjutkan perundingan nuklir dengan AS tetapi tidak takut dengan ancaman.
Sebelumnya Trump mengklaim bahwa Iran telah mempelajari proposal AS mengenai program nuklirnya. Namun Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Aragchi menegaskan pemerintah belum menerima proposal tersebut.
"Tidak ada skenario di mana Iran mengabaikan haknya yang diperoleh dengan susah payah untuk memperkaya (uranium) untuk tujuan damai," katanya.