Sebelumnya, pejabat senior Hamas, Mousa Abu Marzouk, dalam wawancara dengan surat kabar The New York Times juga mengungkapkan hal serupa. Hamas, kata dia, siap untuk berdialog dengan AS.
Bahkan Abu Marzouk menyampaikan pernyataan sangat langka disampaikan oleh kelompok garis keras itu, memuji Trump sebagai presiden yang serius karena berhasil memaksa Israel mengakhiri perang di Gaza.
Komentar tersebut tampaknya menandakan pendekatan baru Hamas terhadap pemerintahan AS. Hamas berharap AS akan menggunakan pendekatan lebih agresif terhadap konflik di Gaza, meskipun tetap sangat pro-Israel.