Iqbal menyebut banjir baru-baru ini jauh lebih buruk daripada bencana banjir 2010 di Pakistan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan sampai menyebut banjir pada waktu itu sebagai bencana terbesar yang pernah ada.
Menurut Iqbal, mungkin diperlukan waktu lima tahun untuk membangun kembali dan merehabilitasi negaranya dari dampak banjir tahun ini. Sementara dalam waktu dekat, penduduk Pakistan bakal dihadapkan dengan kekurangan pangan akut.
Untuk mengurangi kekurangan tersebut, Menteri Keuangan Pakistan Miftah Ismail mengatakan, negaranya dapat mempertimbangkan untuk mengimpor sayuran dari negeri tetangga yang juga saingan beratnya, yaitu India. Padahal, kedua negara bertetangga itu sudah lama tidak menjalin hubungan dagang.
“Kami dapat mempertimbangkan untuk mengimpor sayuran dari India,” kata Ismail kepada saluran televisi lokal, Geo News TV.
Dia menambahkan, ada juga kemungkinan sumber impor makanan dari negara lainnya termasuk Turki dan Iran.
Harga pangan di Pakistan praktsi melonjak tinggi lantara tanaman dan ladang-ladang di sana terendam banjir. Sementara itu, jalan-jalan tidak bisa dilalui.
Perdana Menteri India, Narendra Modi mengatakan, dia merasa sedih atas kehancuran yang disebabkan oleh banjir di Pakistan.