Kenapa Rusia Tak Pakai Bom Nuklir Lawan Ukraina? Ini Penjelasan Lengkapnya

Zulhilmi Yahya
Rusia tak menggunakan bom nuklir dalam perang melawan Ukraina karena doktrin militer belum membolehkannya (Foto: AP)

Doktrin Nuklir Rusia: Ketat dan Bersifat Defensif

Senjata nuklir Rusia diatur secara ketat melalui doktrin militer. Doktrin tersebut menyebut bahwa senjata pemusnah massal hanya digunakan sebagai alat pertahanan terakhir jika negara menghadapi ancaman besar.

Beberapa syarat penggunaan nuklir menurut doktrin tersebut meliputi:

  • Serangan terhadap wilayah Rusia dengan senjata nuklir atau senjata pemusnah massal lainnya.
  • Ancaman serius terhadap eksistensi negara.
  • Agresi militer dari blok musuh yang bisa mengganggu stabilitas nasional.
  • Revisi Doktrin Nuklir Rusia pada 2024.

Walau Rusia belum memakai bom nuklir, Putin sempat merevisi doktrin nuklir pada November 2024. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya dukungan militer dari negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat dan anggota NATO, kepada Ukraina.

Doktrin baru ini menyatakan bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir untuk mencegah:

  • Agresi dari kekuatan musuh bersenjata, baik dengan nuklir maupun konvensional.
  • Serangan dari negara-negara yang menyediakan wilayah mereka untuk aksi militer terhadap Rusia.
  • Serangan kolektif, termasuk dari negara non-nuklir yang didukung kekuatan nuklir.

Dokumen itu juga menyoroti potensi proliferasi senjata pemusnah massal, pembangunan sistem rudal di dekat perbatasan, hingga ancaman sabotase lingkungan.

Kenapa Rusia Tak Pakai Bom Nuklir Lawan Ukraina? Karena Belum Mendesak

Inti dari semua penjelasan di atas adalah bahwa penggunaan bom nuklir oleh Rusia dianggap tidak mendesak dan belum diperlukan. Konflik masih berada dalam skala yang dapat diatasi dengan kekuatan konvensional. Selain itu, penggunaan nuklir bisa memicu eskalasi global yang lebih besar dan berbahaya, termasuk keterlibatan langsung negara-negara NATO.

Rusia juga menyadari dampak politis, ekonomi, dan kemanusiaan jika mereka nekat meluncurkan senjata nuklir. Oleh karena itu, opsi nuklir tetap menjadi langkah terakhir yang sangat dihindari.

Pertanyaan kenapa Rusia tak pakai bom nuklir lawan Ukraina? terjawab melalui kebijakan resmi dan sikap hati-hati pemerintah Rusia. Selama syarat dalam doktrin nuklir belum terpenuhi, dan selama konflik bisa dikendalikan dengan senjata konvensional, bom nuklir akan tetap disimpan sebagai opsi terakhir.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Korut Lipat Gandakan Produksi Senjata Nuklir, Kim Jong Un: Ancaman Keamanan Memburuk!

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal