Rangkaian peristiwa dimulai setelah Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra digulingkan oleh Mahkamah Konstitusi pada 29 Agustus 2025 karena pelanggaran etika terkait penanganannya terhadap ketegangan dengan Kamboja.
Parlemen mengalami kebuntuan selama beberapa hari. Kemudian Partai Rakyat yang saat itu menjadi oposisi setuju untuk mendukung pencalonan Anutin sebagai perdana menteri dengan syarat dia menggelar pemilu sela. Berdasarkan rangkaian peristiwa tersebut Partai Rakyat diperkirakan akan memenangkan pemilu sela.
Namun dalam perjalanannya, suasana Thailand berubah menjadi lebih nasionalis dalam beberapa bulan menjelang pemilu yang berlangsung Minggu (8/2/2026). Dukungan untuk platform penegakan hukum yang dipromosikan oleh Partai Bhumjaithai justru semakin melonjak.
Di saat yang sama Partai Rakyat menderita akibat keputusannya membuat kesepakatan dengan Anutin setelah kejatuhan Paetongtarn. Oleh banyak pendukung, langkah itu dianggap sebagai pengkhianatan.
Bagi mereka, Anutin mewakili tatanan politik yang justru ingin dihancurkan oleh Partai Rakyat.