Kazakhstan Ikuti Jejak UEA dan Maroko, Gabung Klub Negara Muslim Pro-Israel

Anton Suhartono
Langkah besar dilakukan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev yang akan menormalisasi hubungan dengan Israel dimediasi oleh AS (Foto: Anadolu)

Sudah Lama Akui Israel

Kazakhstan sebenarnya telah mengakui berdirinya negara Israel sejak 1992, tidak lama setelah Uni Soviet runtuh. Hubungan kedua negara sudah berlangsung di tingkat diplomatik dan ekonomi, terutama di bidang teknologi, energi, serta pertanian. Namun, perjanjian kali ini menjadi tonggak baru yang menandai normalisasi penuh dan penguatan hubungan bilateral.

Bagi Trump, kesepakatan Kazakhstan-Israel menjadi pencapaian diplomasi pertama di masa jabatan keduanya. Dia memosisikan diri kembali sebagai mediator perdamaian Timur Tengah, melanjutkan warisan diplomatik yang sempat menjadi sorotan dunia pada periode pertamanya.

Waktu penandatanganan resmi perjanjian tersebut akan segera diumumkan. Namun pengumuman ini sudah cukup untuk memperkuat pengaruh diplomatik Washington di Asia Tengah serta memperluas lingkaran negara-negara Muslim yang menjalin hubungan terbuka dengan Israel.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
20 menit lalu

AS Kerahkan 15 Kapal Perang Blokade Selat Hormuz

Internasional
8 jam lalu

Paus Leo Balas Kritik Trump soal Perang Iran: Saya Tidak Takut dan Terus Lantang Dorong Perdamaian!

Internasional
10 jam lalu

AS Blokade Selat Hormuz Mulai Hari Ini, Iran Beri Peringatan Keras 

Internasional
16 jam lalu

Kapal Global Sumud Flotilla Kembali Berlayar ke Gaza Tembus Blokade Israel, Bawa 1.000 Aktivis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal