Kasus Kematian Khashoggi, Pejabat AS Diam-Diam Temui MBS di Riyadh

Nathania Riris Michico
Putra Mahkota Pangeran Muhammed bin Salman. (Foto: Reuters)

Para pejabat Saudi memberi berbagai alasan terkait kematian Khashoggi, namun kini mereka menyebut kematian jurnalis The Washington Post itu karena operasi kejahatan.

Mereka awalnya menyebut, Khashoggi meninggalkan konsulat pada hari yang sama saat dia datang. Namun pada Sabtu (20/10/2018), Saudi untuk pertama kalinya mengakui Khashoggi tewas akibat perkelahian di dalam konsulat.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia akan mengungkapkan "kebenaran telanjang" dari kasus itu pada hari ini Selasa (23/10/2018) waktu setempat.

Saudi mengklaim sudah menangkap 18 orang, memecat dua pembantu MBS, dan mendirikan sebuah badan, di bawah kepemimpinannya, untuk mereformasi badan intelijen atas pembunuhan itu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Adel Al Jubeir memberikan komentar terbaru yang menyebut pembunuhan Khashoggi adalah operasi kejahatan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
10 hari lalu

Presiden Pezeshkian Ungkap Dampak Serangan AS ke Iran terhadap Timur Tengah

Internasional
11 hari lalu

Keras! Iran Peringatkan Negara-Negara Tetangga yang Bantu Serangan AS

Internasional
11 hari lalu

Tegas! Pangeran MBS Tak Izinkan AS Gunakan Wilayah Saudi Serang Iran

Internasional
18 hari lalu

Pangeran Saudi MBS Telepon Langsung Trump, Minta Batalkan Serangan ke Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal