Kapal Tenggelam, Puluhan Pengungsi Muslim Rohingya Tewas dan Hilang di Lepas Pantai Myanmar

Ahmad Islamy Jamil
Kapal yang ditumpangi ratusan pengungsi Rohingya terombang-ambing selama sebulan di dekat Aceh, tahun lalu. (Foto: Jamal Pangwa/MNC Portal)

Saat ini, hanya ada sekitar 600.000 Muslim Rohingya yang tersisa di Myanmar, negara berpenduduk mayoritas Buddha dengan sejarah panjang penuh dengan kekerasan. Oleh rezim militer Myanmar, etnik Rohingya dinyatakan tidak memiliki kewarganegaraan. 

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) memperkirakan bahwa 148.000 dari mereka mengungsi, dengan banyak yang tinggal di kamp-kamp.

Seorang juru bicara junta militer Myanmar tidak menanggapi permintaan wartawan untuk mengomentari tragedi tenggelamnya kapal orang-orang Rohingya akhir pekan lalu itu.

Lebih dari 730.000 Rohingya melarikan diri ke Bangladesh pada 2017 untuk menghindari kekejaman kelompok radikal yang dipimpin militer. Menurut hasil penyelidikan PBB, kekerasan terhadap kaum Muslim Rohingya di Myanmar dilakukan dengan maksud genosida (penumpasan entik), termasuk pembunuhan massal dan pemerkosaan.

Salah satu tujuan utama pengungsi Rohingya adalah Malaysia, negara berpenduduk mayoritas Muslim yang dipandang simpatik. Meskipun demikian, orang-orang Rohingya yang lari ke Malaysia tidak secara resmi diakui sebagai pengungsi di negeri jiran itu.

UNHCR melaporkan, sekitar 630 orang Rohingya telah mencoba perjalanan laut melintasi Teluk Benggala antara Januari hingga Mei tahun ini. Lembaga PBB itu mencatat, perempuan dan anak-anak Rohingya mencapai 60 persen dari total pelaku penyeberangan laut itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
12 jam lalu

Viral 2 WNI Diduga Disekap hingga Diperas Rp220 Juta di Myanmar, Polri Turun Tangan

3 hari lalu

500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam

22 hari lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

23 hari lalu

Waspada! Ini Tanda-Tanda Kamu Terjebak dalam Abusive Relationship Menurut Psikolog

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal