Kapal Penjaga Pantai China Ngotot Masuki Perairan Natuna, Begini Reaksi Kemlu

Ahmad Islamy Jamil
Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI. (Foto: Kemlu)

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memprotes masuknya kapal penjaga pantai China ke wilayah perairan Indonesia. Kapal China yang diidentifikasi sebagai CCG 5204 itu pada Sabtu (12/9/2020) lalu terlihat berada di Perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau, yang menjadi bagian dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

“Menyusul isu tersebut, Kementerian Luar Negeri pada Minggu (13/9/2020) telah berkomunikasi dengan perwakilan China di Jakarta untuk meminta klarifikasi,” kata Juru Bicara Kemlu, Teuku Faizasyah, kepada AFP, Senin (14/9/2020).

Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengungkapkan, kapal China itu berkeras berpatroli di Laut Natuna Utara karena Tiongkok mengklaimnya sebagai bagian dari nine-dash line alias “sembilan garis putus-putus”. Nine-dash line adalah wilayah laut yang diklaim Beijing secara sepihak, tapi diperebutkan oleh banyak negara tetangganya.

“Kementerian Luar Negeri menegaskan kembali kepada perwakilan China bahwa tidak ada tumpang tindih antara Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia dan perairan China,” kata Faizasyah.

Bakamla menyatakan, kapal China itu meninggalkan Perairan Natuna Utara pada Senin ini. Indonesia secara tegas menolak klaim sembilan garis putus-putus China dan menilai klaim itu bertentangan dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Pada Januari lalu, Indonesia mengerahkan jet tempur dan kapal perang untuk berpatroli di Perairan Kepulauan Natuna setelah kapal-kapal China, baik kapal penjaga pantai maupun kapal nelayan mereka, memasuki wilayah tersebut.

China mengklaim sepihak sebagian besar Laut China Selatan (LCS), sehingga menuai pertentangan dari negara-negara Asia Tenggara lainnya termasuk Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Malaysia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Kemlu Pastikan Penabrak Bocah WNI hingga Tewas di Singapura Sudah Ditahan

Internasional
2 hari lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Internasional
5 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Nasional
6 hari lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal